Jumat, 2009 April 17

Sikap Mental Pebisnis Online Sukses

lowongan kerja di rumah

1. Untuk Sukses Bisnis Online BUTUH WAKTU


Kesuksesan berbisnis apapun, baik online maupun offline bukanlah suatu hal yang instant. Anda tidak akan bisa mendapatkan hasil ribuan dollar hanya dalam sebulan dua bulan berbisnis. Semua butuh proses. Bahkan para “guru”, para “master” bisnis online pun tidak langsung berhasil dalam sekejap mata. Mereka butuh berbulan-bulan, mereka butuh bertahun-tahun belajar untuk menjadi sukses.

2. Untuk Sukses Bisnis Online (biasanya) PERLU GAGAL

Sama dengan bisnis di dunia nyata, kadang kita perlu gagal dahulu untuk bisa mencapai kesuksesan. Para master bisnis online dari berbagai negara pun begitu. Ada yang kehilangan puluhan, ratusan bahkan ribuan dollar terlebih dahulu untuk bisa sukses. Kegagalan itu penting, dan kita kadang butuh kegagalan untuk belajar darinya. Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Supaya dapat mengetahui apa yang harus dihindari dalam berbisnis.

3. Setiap Bisnis Ada Resikonya Termasuk Bisnis Online

Di dunia ini tidak ada orang yang bisa menjamin apa yang akan terjadi esok hari, tidak ada yang bisa menjamin apa yang akan kita lakukan esok hari. Termasuk menjamin apakah kita akan sukses berbisnis online atau gagal. Urusan kita hanyalah berusaha dan berdoa. Selanjutnya serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apakah nanti sukses atau gagal, itu terserah pada-Nya. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha, dan berdoa. Lalu jalani bisnis-bisnisnya dengan jujur, konsisten, penuh semangat. Sekarang masalahnya hanyalah kita mau tidak untuk menjalani proses tersebut? Ingat, resiko gagal itu selalu ada baik untuk bisnis online maupun bisnis offline. Sekali lagi, resiko gagal itu selalu ada, baik untuk bisnis online maupun offline. Sekarang masalahnya, apakah Anda mau dan berani untuk menjalaninya? Kalau mau dan berani, bagus, karena itu bisa jadi langkah awal untuk sukses. Ingat, selain resiko yang selalu ada, peluang sukses pun selalu ada. Tetapi jika Anda tidak berani (ciut) untuk mengambil resiko gagal, jangan pernah melangkah berbisnis sama sekali, dan Anda pun tidak akan pernah sukses berbisnis.

Haryo Prabowo – http://uangpanas.com
Ingat baik-baik :

Hidup Anda tidak akan mengalami peningkatan jika Anda tidak mau berinvestasi, tidak berani mengambil resiko, tidak mau mengambil kesempatan dan menunda-nunda untuk memulai bisnis. Ini adalah fakta kehidupan...

4. Jangan Ikuti Program Bisnis Investasi

Jangan tergiur dengan bisnis berkedok investasi online. Kebanyakannya adalah member get member. Kebanyakan pelaku bisnis internet terutama yang malas bekerja suka termakan rayuan seperti ini. Mereka rela untuk menginvestasikan uangnya di dalam bisnis ini. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, bisnis berjalan lancar. Bulan berikutnya, dia investasikan dana lebih besar lagi. Terus berlanjut begitu sampai ada saatnya tiba-tiba situs investasi yang dia percayai tersebut menghilang begitu saja...... DENGAN SEMUA UANG YANG DIA INVESTASIKAN DI SANA!

5. Pebisnis Online yang Sukses TIDAK Mengandalkan Orang Lain.

Pebisnis online yang sukses harus rajin bertanya ke search engine (terutama GOOGLE) dan harus sering browsing mencari ilmu dari situs ke situs, dari blog ke blog. BUKAN mengandalkan orang lain. Kadang ada saja pebisnis online pemula yang agak malas untuk eksplorasi, tidak mau mencoba-coba untuk memahami bisnis yang dia jalani. Setiap langkah dia selalu bertanya kepada orang lain, kepada consultantnya, kepada temannya, dan kepada orang lain. Padahal andai dia tidak malas mencari tahu, jawaban dari apa yang dia cari banyak tersedia di internet. Daripada menunggu jawaban dari teman / consultant yang perlu waktu lama, lebih baik mencari jawabannya lewat search engine seperti google. Dan jawabannya akan diketahui secara instant.

INGIN MENCOBA BERBISNIS ONLINE, KLIK DI SINI UNTUK MENGETAHUINYA!!

Rabu, 2009 Maret 25

Sharing Film Door to Door (Bill Porter)

Semangat Pagi !!!

Saya Agus Nadi dari synergy consulting dan http://www.bukupengusaha.com mau sedikit sharing...semoga bermanfaat.

Sharing kali ini mengenai sebuah Film motivasi yang sudah cukup lama, yaitu tahun 2002. Namun saya post kan ringkasannya di sini untuk bisa menjadi motivasi kita bersama dan saya rasakan secara pribadi sangat Luar Biasa manfaatnya.

Beberapa kali saya putarkan juga untuk teman2 dalam salah satu Training Motivasi saya. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang Bill Potter.

CACAT SEJAK LAHIR

Bill Porter seorang pemuda cacat. Waktu ibunya melahirkan Bill, dokter menggunakan alat vacuum yang meleset, sehingga merusak sebagian syaraf otak Bill. Akibatnya dia jalan seperti orang mabuk, tangan kanannya bergantung begitu saja, dan bicaranya pun tidak jelas.

Film diawali dengan percakapan antara Bill dan ibunya. Karena Bill tidak bisa memakai dasi sendiri, ibunyalah yang mengerjakan itu. Sambil mematut diri, Mrs. Porter bilang ke anaknya, "Pasti membutuhkan waktu untuk orang-orang mengenalmu. Tapi ingat: sabar dan gigih (patient and persistence)!"Bill memulai pekerjaannya di bulan Oktober 1955 sebagai pedagang berbagai jenis sabun secara door to door.

Mamanya mengantar dengan mobil sampai di sudut jalan. Rumah pertama yang dimasukinya langsung ditinggalkannya karena seekor anjing besar menunggunya di sana. Rumah kedua dibuka oleh pria setengah mabuk. Pria ini membanting pintu begitu Bill mulai mengenalkan dirinya. "Semacam orang peminta-minta," kata laki-laki itu kepada perempuan yang berteriak "siapa itu?" dari dalam. Di rumah ketiga, Bill belum sempat bicara ketika penghuni rumah memulai pertengkaran dengan tetangganya karena pohon kesayangan tetangganya merusak atap rumah mereka.

PANTANG MENYERAH

Tanpa putus asa, Bill berjalan terhuyung-huyung memasuki rumah yang lain. Dia disambut oleh perempuan yang sedang berteriak kepada dua anaknya. Salah seorang anaknya langsung kabur melihat penampilan Bill. Di rumah berikutnya dia masuk dan menjelaskan produk Watkins yang dijualnya. Nyonya rumah menolak membeli, tetapi mengatakan, "Saya menghargai usahamu," sambil memberi sejumlah uang.

Bill bangkit dan berkata, "Saya tidak membutuhkan belas kasihan. Tetapi Anda perlu pembersih untuk sofa Anda yang jorok!"Ny. Sullivan adalah pembeli pertamanya. Dia membayar hampir 50 dolar untuk dua pemutih dan sabun. "Hari ini aku dapat komisi $ 4,25", Bill bersorak ketika ibunya menjemputnya sore itu. Di rumah, Ny. Porter bilang pada Bill, "Kamu seorang penjual. Ayahmu juga penjual yang berhasil. Dia berprofesi penjual selama 38 tahun. Saya tahu kamu akan berhasil."

IBU, SANG PEMBERI SEMANGAT

Sangat menarik melihat Ny Porter menyemangati anaknya. Di hari pertama Bill bekerja, Ny. Porter menuliskan dua kata mujarab dengan saus tomat pada roti makan siang Bill: patient and persistence. Dia juga memasangkan dasi dan kancing manset Bill. Hubungan dia dan ibunya juga sangat baik. Setelah beberapa bulan Ny. Porter kena parkinson dan harus tinggal di rumah jompo. Ny. Porter kian murung karena merasa menjadi beban untuk anaknya. "Kalau begitu, kita impas," seloroh Bill.

Bill konsisten dengan profesinya. Ketika syaraf tulang punggung bermasalah karena dia terus menerus menjinjing tas berat, dokter menyuruhnya berhenti menjual. Tapi Bill menolak. Dia menyewa tenaga orang lain.

Dalam hal ini, Shelly sungguh berperan dalam hidupnya. Shelly beserta suami dan dua puteri mereka menjadi keluarga baru untuk Bill. Dia memelihara hubungan dengan semua pelanggan. Dia berhasil mendamaikan tetangga yang bertengkar soal pohon cemara. Dia juga memenangkan cinta anak kecil yang pernah takut melihat penampilannya. Sangat jelas digambarkan bagaimana seorang Bill Porter bukan hanya penjual. Dia mampu memperkaya kehidupan orang lain, bahkan dengan pelanggan yang tingkah lakunya aneh dan menyebalkan.

MENJADI INSPIRASI

Pada tahun 1989, Bill Porter meraih penghargaan dari perusahaan Watkins sebagai penjual terbanyak. Dia berhasil menjual produk Watkins sebanyak $ 42.460 dalam setahun. Prestasinya ini melebihi orang-orang muda yang yang berpenampilan normal pada masa itu. Di acara Watkins Annual Gathering, Bill mempersembahkan penghargaannya untuk kedua orangtuanya, "Aku suka menjadi penjual. Ayahku juga dulu seorang penjual; dan ibuku mengajariku kesabaran dan kegigihan. Dia takkan membiarkan aku merasa malu…." Bill mengalami depresi ketika cara jual door to door tidak lagi populer.

Manajemen baru Watkins memilih menjual lewat iklan di TV, membuat katalog, dan menerima pesanan lewat telepon. Dia meninggalkan tas Watkinsnya di gudang penjualan door to door. Perubahan terjadi ketika anak kecil yang pernah takut padanya (yang sekarang sudah dewasa dan berprofesi sebagai wartawan), menjumpainya dan menulis sejarah keberhasilannya sebagai penjual. Bill tidak suka membaca puji-pujian orang di surat kabar. Tetapi ketika semua orang mengatakan, tulisandi koran itu sangat bagus dan memberi inspirasi, Bill tergugah. Dia menghubungi manajemen Watkins dan kembali menjadi penjual door to door.

MENGAMBIL MAKNA

Banyak hal yang saya pelajari dari film ini, di antaranya adalah:

1. Penting sekali orangtua memberi teladan bagaimana berjuang. Ini membentuk konsep anak mengenai kerja keras.

2. Selain itu, orangtua perlu membangun semangat anak melalui kata-kata, perhatian, dan perbuatan yang baik.

3. Teladan dan kata-kata kita tidak akan lalu begitu saja. Inilah bekal baginya ketika dia dewasa dan menghadapi kehidupannya sendiri.

4. Kita mau, kita bisa.

5. Jadikanlah kekurangan Sebagai Motivasi untuk Berusaha lebih Baik lagi,bukan untuk DIMAKLUMI

6. Kemenangan tidak bermula dari orang lain,namun berawal dari HATI kita

7........


Semoga Bermanfaat dan berguna,


Agus Nadi

Synergy Consulting

Sharing Motivasi, Personal Development, Outbound Hobby Saya

www.bukupengusaha.com

Owner Toko buku online khusus buku-buku bisnis pertama di Indonesia Hadir untuk KITA

Telp:(021)715 111 55 /08129940819

Senin, 2009 Maret 23

Segitiga Bermuda

Jika Anda melihat peta Amerika Serikat, di sisi Samudera Atlantik, Anda akan menemukan semenanjung Florida. Sebelah tenggara Florida, ada kepulauan Bahama, Kuba, Dominika, Haiti dan Puerto Rico. Arah timur laut dari Florida, ada kepulauan kecil, Bermuda. Jika kita menghubungkan secara imajiner antara Miami, Florida dengan Puerto Rico dan Bermuda, maka terbentanglah wilayah yang disebut “Segitiga Bermuda”, yang sering dijuluki sebagai “Segitiga Setan”.

Namanya cukup seram? Ya. Bagaimana tidak. Sejak abad ke-19 hingga hari ini, terhitung sudah lebih dari 1700 kapal laut dan kapal udara yang lenyap ketika melewati kawasan Segitiga Bermuda. Bahkan, dalam beberapa kasus kapal-kapal tersebut lenyap, hilang, tanpa bekas.

Penyebabnya apa? Banyak teori yang sudah diajukan untuk menjelaskan fenomena ini. Dari mulai keterlibatan Alien, peninggalan teknologi Atlantis, semburan gas Metana, dan sebagainya. Apapun, toh kejadian yang sama masih terjadi hingga beberapa tahun belakangan ini.

Tapi saya tidak sedang ingin membicarakan teori yang menjelaskan Segitiga Bermuda di Samudra Atlantis sana.

Dalam bisnis, sesungguhnya juga ada “Segitiga Bermuda” mematikan yang telah banyak memakan korban perusahaan-perusahaan kecil yang baru mulai berlayar mengarungi kehidupan dunia usaha. Ini yang ingin saya bicarakan.

Kalau Anda punya banyak kenalan pelaku bisnis pemula, coba saja ingat-ingat. Pasti ada rekan Anda yang beberapa tahun lalu sedang semangat-semangat nya mengembangkan usaha nya, hari ini mungkin sudah tidak terdengar lagi kabar beritanya. Seolah lenyap begitu saja, seperti ditelan “Segitiga Bermuda”.

Ini yang bagi saya menarik untuk dibicarakan.

Keith R. McFarland dalam buku nya “The Breakthrough Company” menceritakan dengan jelas bagaimana sebuah perusahaan dapat mengarungi Segitiga Bermuda bisnis ini dan sukses menjadi pelaku bisnis luar biasa.

Usaha kecil dan menengah, sesungguhnya memiliki banyak keunggulan. Dari hasil riset McFarland, paling tidak ada tiga keunggulan usaha kecil dibanding perusahaan-perusahaan yang sudah besar dan mapan, yaitu: (1) Mereka memiliki biaya yang rendah, (2) Mereka mampu memberikan secara tepat apa yang diinginkan konsumen, dan (3) Lebih mampu bereaksi secara cepat.

Dari pengalaman saya mengelola usaha saya, System Design Group Indonesia (http://sdgisolutions.com), saya mengakui ketepatan hasil riset McFarland di atas. Perusahaan kami adalah konsultan Teknologi Informasi yang relatif kecil jika dibandingkan kompetitor-kompetitor kami. Dalam banyak kesempatan, “ke-kecil-an” kami tadi ternyata menjadi kekuatan.

Dalam hal biaya, sangat jelas. Pernah dalam sebuah kesempatan mengikuti tender di luar kota, saya harus bersaing dengan sebuah perusahaan IT papan atas di Indonesia. Untuk melakukan presentasi mereka datang dengan satu tim lengkap yang terdiri dari tiga orang, naik pesawat terbang rame-rame, dan menginap di hotel selama 3 hari. Saya, karena tidak punya banyak karyawan, cukup datang sendiri, dan cukup menginap satu malam. Dan perusahaan kami yang menang.

Karena jumlah klien dan konsultan kami relatif sedikit, klien kami juga memiliki keuntungan untuk dapat berinteraksi dengan lebih intens dengan konsultan yang ditugaskan bekerja di klien tersebut. Tidak ada jenjang birokrasi rumit hanya untuk memenuhi sebuah permintaan klien.

Dalam hal kecepatan, kami juga sering diuntungkan. Dalam beberapa kesempatan bernegosiasi, klien kami dapat lebih cepat memperoleh jawaban, karena saya langsung terlibat. Keputusan dapat saya berikan saat itu juga. Sementara kompetitor saya umumnya diwakili oleh tim penjualan, yang harus meminta persetujuan atasan, yang harus meminta persetujuan lagi kepada atasan di atas nya lagi. Capeek deeh ... kata Klien yang menunggu jawaban.

Kalau begitu, dengan segala keuntungan tadi, dimana bahaya nya? Dimana “Segitiga Bermuda” nya?

Justru 3 keunggulan tadi, dapat menjadi Segitiga Bermuda yang akan menenggelamkan sebuah usaha. Yaitu ketika sebuah usaha kecil beranjak tumbuh, dan tetap berasumsi memiliki keunggulan-keunggulan yang pada fase pertumbuhan usaha sebenarnya sudah tidak relevan lagi.

Misalnya keungguan biaya. Secara alamiah keunggulan ini akan lenyap ketika sebuah usaha mulai tumbuh. Sebagai akibat pertumbuhan, biaya karyawan juga bertambah, biaya promosi bertambah, biaya kantor bertambah. Hingga pada suatu titik, tidak ada lagi keunggulan dari segi biaya. Saya mengalami sendiri fase ini. Biaya karyawan yang membengkak, biaya transportasi yang membengkak, biaya marketing yang membengkak, adalah fakta-fakta yang tidak saya jumpai ketika usaha saya lebih kecil dari sekarang.

Demikian juga soal kecepatan. Ketika karyawan bertambah, tim berkembang, pendelegasian kewenangan mulai dijalankan, ada birokrasi yang mulai bekerja. Kecepatan merespon permintaan klien pun mulai terpengaruh. Jika tadinya saya melakukan sendiri pekerjaan penjualan, kini ada tim sales yang membantu saya. Ini tidak terelakkan. Akibatnya ada satu jenjang yang harus dilewati untuk dapat memberikan reaksi yang dahulu dapat diberikan seketika.

Lalu bagaimana?

Ini yang jadi pertanyaan saya juga.

Menurut McFarland, satu-satu nya jalan adalah menjadikan keunggulan-keunggulan yang ada pada saat sebuah usaha masih relatif kecil menjadi “keunggulan yang berkelanjutan”.

Caranya?

Pertama: Optimalisasi Biaya, bukan menekan biaya.

Biaya yang rendah, adalah keunggulan usaha kecil. Ketika usaha Anda beranjak besar, maka mau tidak mau biaya akan semakin besar. Ini yang harus dioptimalkan. Banyak yang salah kaprah hal ini dengan menekan biaya. Termasuk saya. Misalnya, awalnya saya enggan menambah jumlah karyawan pada saat klien mulai bertambah. Akibatnya, klien-klien lama malah tidak terperhatikan dan ini sangat berbahaya. Padahal mau tidak mau memang saya harus menambah jumlah tim konsultan. Namun, biaya karyawan yang saya keluarkan, toh dapat di optimalkan. Misalnya, saya menciptakan fungsi baru yaitu R&D yang melekat pada tim konsultan tertentu.

Contoh lain, istri saya yang membuat baju muslimah dengan merk "Lentik", melalui usaha nya Lepuspa.Biz (http://lepuspa.biz) menyewa sebuah tempat di sebuah mall di Bandung. Semakin rame toko nya, pihak manajemen mall dengan “jahat”nya menaik-kan biaya sewa. Tidak dapat dielakkan. Namun biaya nya bisa dioptimalkan. Misalnya jika semula cuma jadi outlet penjualan, tempat yang sama bisa sekalian untuk media promosi produk baju yang baru di launching, lengkap dengan X banner, leaflet, dsb.

Kedua, Menguasai Produk, bukan menambah Produk.

Pada saat tumbuh, untuk lebih memuaskan pelanggan yang makin beragam, godaan terbesar adalah melakukan diversifikasi. Ini juga saya alami. Klien-klien baru, dengan permintaan baru, menggoda sekali untuk memberikan produk baru untuk mereka. Padahal setiap produk baru adalah sumber biaya yang dapat menghisap cash perusahaan. Jika tidak hati-hati ini dapat berakibat fatal.

Itulah yang membuat perusahaan kami sampai hari ini hanya melayani solusi IT Service Management (ITSM) dan yang terkait, misalnya IT Asset Management. Apa tidak ada permintaan untuk solusi lain? Buanyaak. Tapi untuk mengembangkan ekspertise dalam bidang ITSM saja perlu bertahun-tahun, dan biaya tidak sedikit. Masuk ke produk lain juga akan memerlukan biaya dan usaha yang tidak sedikit.

Diversifikasi boleh, namun kuasai lebih dahulu dengan sebaik-baiknya produk yang saat ini menjadi andalan kita. Yang sering terjadi adalah, sebelum menguasai betul produk yang saat ini dijual, sudah tergoda produk lain. Akibatnya malah dua-dua nya tidak berjalan dengan baik.

Ketiga, Let your customer be your guide.

Kalau tetap ingin melakukan diversifikasi, biarkan pelanggan yang menjadi pemandu kita. Bukan kita. Saya pernah punya pengalaman pahit berjualan solusi IT yang menurut saya bagus. Menurut saya, bukan menurut pelanggan. Akibatnya tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Keempat. Buang struktur organisasi yang tidak perlu.

Banyak usaha kecil yang ketika tumbuh, jadi keasyikan main kantor-kantor an. Kalau tadinya mudah mengakses bahkan owner nya sekalipun, sekarang kalau mau ketemu manager nya saja pelanggan harus bikin janji dengan sekretaris nya. Ini yang akan meruntuhkan kecepatan yang semula jadi keunggulan kita. Sudahlah. Kalau tidak perlu sekali, tidak perlu di ada-ada in.

That's it. Itulah empat panduan yang disampaikan Keith McFarland. Selamat mencoba, dan sukses melintasi “Segitiga Bermuda”.


Sumber :

Diambil dari blog Kang Fauzi Rachmanto
http://fauzirachmanto.blogspot.com

Kamis, 2009 Maret 19

Review SOP

sop


Setelah Kita membahas mengenai Apa itu SOP dan Jenis SOP yang ada pada Perusahaan maka untuk selanjutnya Kita akan membahas mengenai langkah selanjutnya yaitu Review SOP.

APA itu Review SOP

Pertama mari Kita pahami dahulu istilah melakukan Review SOP. Sering kali orang beranggapan pihak yang melakukan review adalah sama dengan meng-audit pekerjaan yang mereka lakukan. Jadi kesannya kok saya diperiksa 2 kali oleh Team Audit dan Team System Procedure/ SOP.

oracle

Sebenarnya itu adalah hal yang berbeda. Review disini dapat dikategorikan membantu setiap Kepala Departemen atau Divisi dalam implementasi SOP yang sudah disetujui bersama. Team ini bukannya mencari kesalahan Individu/ Departemen/ Divisi, tetapi lebih kearah bagaimana membantu mengaplikasikan SOP yang sudah disiapkan, membantu menagani kesulitan dilapangan sehingga SOP dapat dijalankan dengan baik, menginformasikan kepada Kepala Departemen/ Divisi hal-hal yang belum dapat diimplementasikan , sehingga diharapkan Mereka sudah dapat menyesuaikan dan memperbaikinya sebelum Team dari Internal Audit melakukan tugasnya.

PERSIAPAN REVIEW

Apa saja yang perlu dilakukan menjelang proses review SOP……

  1. Tentukan ruang lingkup review termasuk periode yang akan direview
  2. siapkan check list/ lembar kerja yang diperlukan sehubungan dengan topik yang akan direview
  3. Tentunya bahan/ topik SOP yang akan kita review
  4. Pahami dan pelajari bahan/ topik yang akan direview, hal ini akan sangat membantu dalam proses review.

iso


PELAKSANAAN REVIEW

Proses pelaksanaan review ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian, dimana untuk yang pertama kita perlu melihat dari sisi administrasi dan sisi yang satunya lagi dapat dilihat dari kondisi aktual di lapangan.

Apakah kondisi lapangan sesuai dengan administrasi yang kita lihat. Lakukan banyak interview dengan para Pelaksana di lapangan, hal ini sangat membantu Kita untuk menganalisa apakah mereka para operator memahami SOP yang ada.

Oleh karena itu, Kita yang melakukan review seperti yang sudah disebutkan diatas dalam persiapan review, Kita harus mamahami bahan yang akan Kita review. Jangan sampai terjadi Kita sebagai orang yang me-review hanya iya-iya saja setelah mendapat penjelasan dari operator dilapangan karena Kita sendiri sebagai pelaksana review tidak memahami salah satu proses tersebut. Istilah kasarnya mungkin Mereka (Operator Lapangan) membohongi Kita (Pelaksana-review).

HASIL REVIEW

Setelah proses review selesai, segera siapkan dan susun laporan Review yang telah dilakukan. Pelaporan tersebut disusun sedemikian mungkin sehingga para pembaca dapat memahami dan menerima isi laporan dengan baik.

Laporan Review ini akan disertai dengan usulan/ rekomendasi sebagai bagian dari Team System Procedure untuk membantu Mereka dalam menjalan SOP.

Sumber :
http://jantooktavia.wordpress.com


Mengenal Standard Operating Procedure (SOP)

sop

Pada saat ini masih banyak Perusahaan yang beroperasi tanpa didukung dengan sebuah sistem yang baku. Mereka lebih banyak beroperasi berdasarkan kebiasaan apa yang sudah mereka jalankan bertahun-tahun dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaaan/ budaya perusahaan tersebut. Tidak hanya terbatas dengan perusahaan dengan skala kecil, perusahaan skala menengah dan besar pun masih ada yang belum memiliki System Operational yang baku dan dibakukan pula. Pada umumnya juga perusahaan dengan tipe seperti ini semua system yang ada dan berlaku disana ada dan dicatat dimasing-masing kepala para key person, dimana para key person mungkin sudah bekerja lama untuk perusahaan ini.

Tetapi tidak semua perusahaan mengenyampingkan hal ini, bahkan di beberapa dan umumnya perusahaan besar mereka sudah memiliki sebuah Departemen tersendiri yang khusus mengurusi System Procedure Perusahaan tersebut. Sedangkan untuk perusahaan skala kecil dan menengah fungsi System Procedure ini terafiliasi di dalam Departemen Accounting atau ada juga yang dibawah Departemen Human Resources.

flowchart1

Memang idealnya System Procedure ditangani oleh sebuah Departemen tersendiri atau setidaknya ada PIC khusus yang menanganinya, mengingat pekerjaan seorang System Procedure harus selalu melakukan review atas System yang sudah ada dan juga pengembangan System tersebut kedepannya. Bilamana perkerjaan tersebut dirangkap oleh PIC tertentu maka hasilnya tidak akan maksimal karena PIC tersebut pasti akan menyelesaikan dahulu pekerjaan utamanya baru kemudian dia akan melakukan review system yang ada. Selain itu ada anggapan PIC tersebut akan membuat system yang lebih menguntungkan departemennya sendiri. Hal ini berbeda bilamana pekerjaan ini ditangani oleh PIC khusus, seorang yang menjabat posisi System Procedure harus mementingkan sisi perusahaan dan Internal Control, tidak memihak departemen tertentu dalam menyiapkan suatu System Prosedure. Ia harus berada di posisi tengah dan harus bisa menjadi seorang mediator antar Departemen agar operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan tentunya tidak mengeyampingkan fungsi dari Internal Control yang baik pula.


TANGGAPAN UMUM KARYAWAN AKAN SOP

  1. Tambah Pekerjaan, terkesan dengan adanya SOP pekerjaan administrasi akan semakin banyak. Tanggapan semacam ini bisa saja benar bilamana cara-cara dan administrasi lama tetap dipertahankan dan ditambah lagi dengan System baru pada SOP. Jadi seorang karyawan akan melakukan 2 macam cara kerja untuk mencapai suatu tujuan. Sebaiknya tinggalkan cara kerja lama dan beralihlah ke SOP yang sudah disetujui dan disepakati bersama pengaplikasiannya.
  2. SOP Kaku/ Sakleg/ tanpa kompromi sehingga menggangu operasional Perusahaaan, SOP memang sudah dibuat baku atas kesepakatan bersama. Tetapi dalam pengaplikasiannya bisa saja terbentur oleh Kebijakan dalam SOP tersebut, oleh karena itu dalam pembuatan SOP tentunya Kita harus memikirkan pengecualian yang timbul bila kebijakan dalan SOP tidak dapat dipenuhi dan biasanya sudah diatur didalamnya penanggungjawabnya.
  3. Kerja Takut Salah dan Tidak Percaya Diri, ada budaya di kalangan para pelaksana bahwa semua aktivitas harus benar-benar sesuai dengan SOP, sehingga bila diperlukan otorisasi maka dimintakan kepada semua pejabat berwenag (tanggung renteng) padalah dalam SOP sudah dibuatkan Surat Keputusan Otorisisi. Hal ini menjadikan alur proses dan waktu yang diperlukan untuk pengananan menjadi panjang dan lama. Sebaiknya sifat seperti ini dihindari, mengingat apa yang sudah disepakati bersama dalam SOP dapat menjadi acuan dalam operasional.


NILAI POSITIF DARI SOP

iso

Hal-hal positif yang dapat dirasakan dengan sudah adanya SOP di Perusahaan diantaranya :

  1. Aturan Main yang Jelas, Perusahaan memiliki acuan operasional yang baku. Diharapkan aktivitas operasional akan lebih lancar karena setiap karyawan menjalankan fungsinya masing-masing dan mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tanggungjawabnya.
  2. Dokumen yang digunakan sudah Standard, sehingga memudahkan setiap karyawan untuk mengingatnya. Terutama bila perusahaan tersebut besar dan memiliki banyak anak perusahaan kemungkinan seorang karyawan yang dimutasi akan mudah untuk beradaptasi.
  3. Mencerminkan Perusahaan tersebut rapi dalam administrasi yang efeknya akan mengangkat image dari perusahaan tersebut.
  4. Langkah kedepannya akan mempermudah perusahaan dalam memperoleh ISO (International Organization for Standarization)

FUNGSI DAN TANGGUNGJAWAB HEAD SYSTEM PROCEDURE

Sekarang marilah Kita lihat fungsi utama yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin Departemen System Procedure:

  1. Menyiapkan Anggaran Departemen, Anggaran diperlukan dalam upaya untuk mewujudkan action plan Departemen
  2. Merencanakan, mendesign, mengimplementasikan System Procedure yang akan dibuat. Hal ini tentunya didahului dengan tahapan lainnya seperti survei, memahami bisnis usaha, mempelajari kondisi saat ini, estimasi biaya, dan lain sebagainya.
  3. Memberikan penjelasan dan menpresentasikan SOP yang dibuat. Kemampuan ini sangatlah penting terutama dalam mengakomodasi kepentingan dari beberapa Departemen yang ada.
  4. Memberikan masukan untuk pengembangan System Perusahaan
  5. Dapat bekerjasama dengan baik sebagai team dengan semua Departemen dalam perusahaan.


ISI MANUAL SOP

Apa saja yang harus terdapat dalam sebuah Manual SOP, mari Kita lihat satu persatu hal utama yang ada dalam sebuah SOP:

  1. Persetujuan, Persetujuan disini dapat disesuaikan dengan kondisi setiap Perusahaan. Siapa saja yang harus menandatangani SOP tersebut.
  2. Tujuan, untuk kepentingan apa SOP ini disiapkan
  3. Definisi, Karena SOP ini bersifat umum bagi semua orang, maka definisi menjadi hal penting yang perlu distandarisasi. Semua pembaca SOP diharapkan memiliki satu pengertian yang sama untuk sebuah istilah yang ada dalam SOP tersebut.
  4. Kebijakan, Aturan main untuk sebuah system juga perlu disiapkan untuk kelancaran pelaksanaan SOP tersebut.
  5. Penjelasan Prosedur, yang dimaksud penjelasan disini bisa ditungkan dalam beberapa macam bentuk, ada dalam bentuk chart atau gambar, narasi, juklak (intruksi kerja sederhana). Hal ini bertujuan agar mengakomodasi semua kebutuhan pembaca SOP tersebut.
  6. Lampiran, dapat juga diberikan lampiran yang berisi semua hal yang berhubungan dengan SOP tersebut, misalnya: contoh formulir, contoh laporan, dan sebagainya.


SYMBOL DALAM SOP

Symbol yang digunakan dalam SOP umumnya untuk membantu memberikan penjelasan sebuah prosedur yang dituangkan dalam bentuk Flowchart atau gambar.

Berikut adalah sebagian contoh dan arti beberapa symbol yang umum digunakan:

definisi_bagan3

@copywrite

TAHAPAN PEMBUATAN SOP

Apa saja yang perlu disiapkan dalam proses pembuatan sebuah SOP. Tahapan umum yang harus diperhatikan adalah :

  1. Bisnis Usaha, Pelajari dahulu apa bisnis usaha perusahaan yang akan Kita buat SOP-nya. Cari informasi sejelas dan selengkap mungkin.
  2. Survei, Lakukan survei lokasi yang akan disiapkan system-nya. Lakukan juga interview bila diperlukan.
  3. Daftar Kebutuhan, List semua peralatan, hardware dan software(bila ada), dan kebutuhan lainnya yang diperlukan.
  4. Cost, hitung biaya yang akan dikeluarkan untuk setiap kemungkinan system yang akan dijalankan
  5. Pilih system terbaik yang akan dikembangkan. Pemilihan dilakukan atas semua pertimbangan yang ada dari team pembuat SOP sendiri dan diputuskan oleh pimpinan perusahaan.
  6. Draft SOP, siapakan dan susun draft SOP, lakukan pembahasan dengan team terakit, lakukan presentasi bila diperlukan. Penyiapan draft ini didalamnya berisikan isi manual SOP seperti yang sudah dibahas diatas, termasuk testing (trial and error).
  7. Persetujuan, Mintakan persetujuan SOP yang dibuat sebelum diaplikasikan

–*

IMPLEMENTASI SOP

SOP yang sudah mendapat persetujuan perlu dilakukan implementasi. Berikan arahan kepada pelaksana bagaimana mengimplementasikan system tersebut.

Pelaksaan implementasi ini perlu didampingi oleh Team pembuat SOP


REVIEW SOP

Sebuah SOP baru yang sudah dilakukan proses implementasi perlu dilakukan review atas SOP tersebut minimal 1 (satu) tahun atau pun kurang setelah SOP tersebut diimplementasikan.

Hal ini penting sekali mengingat system yang baru dicoba terkadang timbul permasalahan baru yang tidak Kita prediksi sebelumnya dan harus dengan cepat pula Kita selesaikan agar tidak menggangu operasional perusahaan.

Selanjutnya review dapat dilakukan berkala sesuai kebutuhan perusahaan.


SUKSES PENERAPAN SOP

wf

Kesusksesan Perusahaan dalam mengaplikasian SOP dipengaruhi oleh beberapa aspek, diantaranya :

  1. Support Semua Departemen, Karena SOP umumnya banyak aktivitas yang listas Departemen, maka seharusnya setiap Kepala Departemen men-support penerapan SOP ini di Departemennya masing-masing. Meberikan pengarahan dan intruksi kepada bawahannya untuk pengaplikasian SOP.
  2. Komitment Pimpinan Perusahaan, Karena SOP ini produk bersama yang disusun melibatkan seluruh lapisan golongan dalam Perusahaan dan disetujui oleh para Pimpinan Perusahaan maka komitment para Pimpinan di Perusahaan untuk tetap menjaga kelangsungan SOP Perusahaan sangatlah penting dan menjadi kunci utama keberhasilan penerapan SOP. SOP dibuat untuk dijalankan bersama dan tidak ada perlakukan spesial untuk karyawan tertentu untuk tidak menjalankannya. Bila hal tersebut terjadi maka akan dimasukan dalam hal pengecualian yang diatur pula pelaksanaanya.
Sumber :
http://jantooktavia.wordpress.com/2009/01/09/sop/

Mengenal Standard Operating Procedure (SOP) (2)

sopBerdasarkan bidang usahanya sebuah Perusahaan dapat dibedakan menjadi Perusahaan Manufacture dan Perusahaan Jasa/Service. Pembuatan SOP di setiap Perusahaan menurut bidang usahanya ditentukan berdasarkan Departemen yang ada di Perusahaan tersebut.

Sebagai contoh Pada Perusahaan Manfacture yang cukup besar tentunya akan di-support oleh Team yang kuat dan handal, maka mereka akan memerlukan :

  1. Departemen HRD & GA
  2. Departemen Finance & Accounting
  3. Departemen Marketing
  4. Departemen Purchasing
  5. Departemen Produksi

oracleSOP Dalam Departemen

Sekarang marilah Kita lihat satu persatu SOP apa saja yang ada di setiap Departemen tersebut.

1. Departemen HRD && GA

Departemen ini membawahi semua aktivitas yang berhubungan dengan kepegawaian dan juga kegiatan umum lainnya untuk menunjang aktivitas perusahaan. Umumnya Departemen ini akan dipimpin oleh satu penanggungjawab yang sama.

Sebagai contoh butiran SOP umum yang ada di Departemen ini diantaranya :

  • Prosedur Pengajihan
  • Prosedur Perjalanan Dinas
  • Prosedur Klaim Pengobatan
  • Prosedur Absensi Karyawan
  • Prosedur Pengiriman Dokumen
  • Prosedur Perawatan Inventaris Kantor

2. Departemen Finance & Accounting

Departemen ini menbantu Perusahaan dalam hal keuangan dan pencatatan pembukuan perusahaan. Maka kalo dilihat dari aktivitasnya SOP umum yang akan dijumpai pada Departemen ini diantaranya :

  • Prosedur Pembayaran
  • Prosedur Penerimaan
  • Prosedur Pengelolaan Kas Kecil
  • Prosedur Pinjaman

3. Departemen Marketing

Departemen ini adalah sebagai ujung tombak Perusahaan dalam memasarkan hasil produksinya. SOP umum yang akan Kita jumpai disana diantaranya :

  • Prosedur Promosi
  • Prosedur Pencarian calon Pembeli yang Prospektif
  • Prosedur Distribusi
  • Prosedur Klaim
  • Prosedur Service after Sales
  • Prosedur Penagihan

4. Departemen Purchasing

Departemen ini membantu Perusahaan dalam hal pengadaan kebutuhan barang Perusahaanm baik untuk aktivitas produksi juga support dan administrasi perusahaan.

Didalam Departemen ini secara umum Kita akan menjumpai :

  • Prosedur Permintaan Kebutuhan Barang/ Material
  • Prosedur Pemesanan Barang
  • Prosedur Penerimaan Barang

5. Departemen Produksi

Nah Departemen ini adalah salah satu bagian yang terpenting, dimana dalam Departemen inilah semua aktivitas pengolahan material dilakukan sehingga menjadi Fisih Good yang siap dipasarkan. Disini pula variasi kebutuhan SOP diperlukan sesuai dengan jenis barang yang dihasilkan.

Mungkin secara umum SOP yang ada dalam Departemen ini dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Prosedur Penerimaan Raw Material
  • Prosedur Pengolahan/ Produksi
  • Prosedur Quality Control
  • Prosedur Penyimpanan
  • Prosedur Pengeluaran Finish Good


linuxSekarang bagaimana dengan Perusahaan Jasa/ Service. Sebenarnya secara umum SOP pada Perusahaan yang bergerak dalam bidang Jasa/ Service hampir sama dengan Perusahaan Manufacture, tentunya mereka juga akan di-support oleh sebuat Team handal yang terdiri dari :

  1. Departemen HRD & GA
  2. Departemen Finance & Accounting
  3. Departemen Marketing
  4. Departemen Purchasing
  5. Departemen Support

Nah kalo Kita lihat perbedaannya hanya pada Departemen terakhir saja, yaitu Departemen Support. Departemen Support ini beraneka ragam bentuknya tergantung dari Jasa/ Service yang diberikan oleh Perusahaan tersebut. Misalkan untuk Mall atau Gedung perkantoran, maka Team Support disini bisa terdiri dari:

  • Team Engineering
  • Team Housekeeping
  • Team Security
  • Team Parking

Nah untuk Jasa/ Service yang lain tentunya Team Sopport-nya pun akan berlainan pula, maka SOP disini pun akan bervariasi sama seperti SOP Produksi pada perusahaan Manufacture.

Sumber :
http://jantooktavia.wordpress.com/2009/01/09/sop/




Rabu, 2009 Maret 18

PCMAV 1.93 Anti Virus FREE Download

Ini dia update salah satu Anti Virus kebanggan besutan anak bangsa ini.

Silahkan DOWNLOAD disini.

PCMAV 1.93 Anti Virus

Gratis !
 

© free template by Blogspot tutorial