
Merasa familiar dengan kalimat berlogat melayu tersebut? Ya, bagi para penggemar sinetron ramadhan di SCTV, PPT (Para Pencari Tuhan) yang tahun ini sudah masuk Jilid Dua pasti tak asing dengan kalimat khas yang sering diucapkan oleh salah satu karakternya, bang Asrul.
Iya, karakter orang yang dalam sinetron tersebut dalam keseharian hidupnya hampir selalu diliputi kesulitan mencari nafkah untuk keluarganya (walaupun dalam episode terakhir saya sempet nonton katanya dia sudah kerja 'kantoran' hehehe).
By the way busway, Ehmm, Bang Asrul ini ternyata adalah salah satu kustomer kami (CDB Computer-www.kredit-laptop.com) loh. Beliau juga pernah mengambil kredit komputer di tempat kami. Beliau mengenal kami dari perusahaan PH (Production House) tempatnya bekerja.
Adalah Pak Haji Dedi Mizwar (bang Jack) yang memelopori berdirinya PH dimana orang-orang yang berperan dalam sinetron ini berkumpul dan menghasilkan karya-karyanya. Memang luar biasa Pak Dedi Mizwar ini. Di usianya yang cukup senior ini tidak pernah kehilangan daya kreatifitasnya dan tidak kalah oleh para pendatang baru. Sudah banyak film dan sinetron yang dihasilkannya. Dan biasanya sukses di pasaran.
Tengok saja sinetron-sinetron ramadhan yang digarapnya dua tahun belakangan ini. Selalu masuk jajaran acara yang memiliki rating tinggi. Termasuk PPT dan PPT jilid 2. Atau juga film layar lebar "Naga Bonar jadi 2" yang memperoleh berbagai penghargaan.
Kiprahnya di dunia wirausaha juga terekam oleh saya selama 5 tahun belakangan ini. Maklum, sejak tahun 2003, satu tahun setelah usaha toko komputer saya berdiri, perusahaan PH beliau telah menjadi kustomer tetap kami sampai detik ini.
Makanya, kebutuhan komputer, laptop maupun sparepart dan aksesorisnya dari generasi ke generasi toko komputer sayalah yang mensupportnya. Termasuk terhadap masing-masing karyawannya (Hehehe, bukan iklan ya).
Menempati sebuah ruko di kompleks ruko di Pondok Kelapa, perusahaan PH-nya dirintis. Saat ini, dengan dua bendera usaha di bidang advertising dan di bidang sinema, perusahaannya telah memproduksi berbagai produk terkait dengan perfilman, periklanan maupun promosi dengan beragam klien mulai dari swasta sampai ke lembaga pemerintahan. Dan saya dengar, ruko sebelahnya juga dibeli untuk dijadikan ruangan tambahan kantor.
Kesuksesannya juga ditularkan kepada para karyawannya. Setiap tahun ada jatah untuk karyawannya naik haji atau umroh bergilir (waduuh, untuk yang ini semoga saya juga bisa mengikuti jejaknya, amin).
Disamping itu juga hampir sebagian besar karya produksi perusahaannya dihasilkan oleh SDM internalnya yang memang berkualitas dan kreatif. Mulai dari penulisan skenario, desain grafis, bahkan mereka diberi kesempatan untuk memerankan karakter-karakternya sekaligus (asal sesuai).
Memang beberapa kali sinetron produksi PH ini mengangkat beberapa wajah baru alias debutan. Tidak heran kalau hampir semua staf di PH-nya pernah (minimal ditawarin) main sinetron, film atau minimal jadi bintang iklan (walaupun ada juga yang nggak mau karena malu, hehe).
Bahkan suatu waktu ketika orang marketing saya sedang berkunjung kesana, eh ditawarin main untuk mengisi sebuah karakter. Mungkin cocok kali tampangnya, weisss.
Alhamdulillah, saya berupaya belajar dari Pak Haji Dedi Mizwar tentang komitmennya untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain, tanpa melihat usia maupun statusnya.
Semoga saya bisa mengikuti hal-hal yang baik darinya, amin.
Wassalaam.
Iya, karakter orang yang dalam sinetron tersebut dalam keseharian hidupnya hampir selalu diliputi kesulitan mencari nafkah untuk keluarganya (walaupun dalam episode terakhir saya sempet nonton katanya dia sudah kerja 'kantoran' hehehe).
By the way busway, Ehmm, Bang Asrul ini ternyata adalah salah satu kustomer kami (CDB Computer-www.kredit-laptop.com) loh. Beliau juga pernah mengambil kredit komputer di tempat kami. Beliau mengenal kami dari perusahaan PH (Production House) tempatnya bekerja.
Adalah Pak Haji Dedi Mizwar (bang Jack) yang memelopori berdirinya PH dimana orang-orang yang berperan dalam sinetron ini berkumpul dan menghasilkan karya-karyanya. Memang luar biasa Pak Dedi Mizwar ini. Di usianya yang cukup senior ini tidak pernah kehilangan daya kreatifitasnya dan tidak kalah oleh para pendatang baru. Sudah banyak film dan sinetron yang dihasilkannya. Dan biasanya sukses di pasaran.
Tengok saja sinetron-sinetron ramadhan yang digarapnya dua tahun belakangan ini. Selalu masuk jajaran acara yang memiliki rating tinggi. Termasuk PPT dan PPT jilid 2. Atau juga film layar lebar "Naga Bonar jadi 2" yang memperoleh berbagai penghargaan.
Kiprahnya di dunia wirausaha juga terekam oleh saya selama 5 tahun belakangan ini. Maklum, sejak tahun 2003, satu tahun setelah usaha toko komputer saya berdiri, perusahaan PH beliau telah menjadi kustomer tetap kami sampai detik ini.
Makanya, kebutuhan komputer, laptop maupun sparepart dan aksesorisnya dari generasi ke generasi toko komputer sayalah yang mensupportnya. Termasuk terhadap masing-masing karyawannya (Hehehe, bukan iklan ya).
Menempati sebuah ruko di kompleks ruko di Pondok Kelapa, perusahaan PH-nya dirintis. Saat ini, dengan dua bendera usaha di bidang advertising dan di bidang sinema, perusahaannya telah memproduksi berbagai produk terkait dengan perfilman, periklanan maupun promosi dengan beragam klien mulai dari swasta sampai ke lembaga pemerintahan. Dan saya dengar, ruko sebelahnya juga dibeli untuk dijadikan ruangan tambahan kantor.
Kesuksesannya juga ditularkan kepada para karyawannya. Setiap tahun ada jatah untuk karyawannya naik haji atau umroh bergilir (waduuh, untuk yang ini semoga saya juga bisa mengikuti jejaknya, amin).
Disamping itu juga hampir sebagian besar karya produksi perusahaannya dihasilkan oleh SDM internalnya yang memang berkualitas dan kreatif. Mulai dari penulisan skenario, desain grafis, bahkan mereka diberi kesempatan untuk memerankan karakter-karakternya sekaligus (asal sesuai).
Memang beberapa kali sinetron produksi PH ini mengangkat beberapa wajah baru alias debutan. Tidak heran kalau hampir semua staf di PH-nya pernah (minimal ditawarin) main sinetron, film atau minimal jadi bintang iklan (walaupun ada juga yang nggak mau karena malu, hehe).
Bahkan suatu waktu ketika orang marketing saya sedang berkunjung kesana, eh ditawarin main untuk mengisi sebuah karakter. Mungkin cocok kali tampangnya, weisss.
Alhamdulillah, saya berupaya belajar dari Pak Haji Dedi Mizwar tentang komitmennya untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain, tanpa melihat usia maupun statusnya.
Semoga saya bisa mengikuti hal-hal yang baik darinya, amin.
Wassalaam.


0 komentar:
Poskan Komentar